Tokoh "Samiri" yang dikisahkan memprovokasi pembuatan anak lembu emas di zaman Musa adalah anakronisme historis paling fatal di Al-Qur'an. Sebutan "Samiri" jelas menunjuk pada orang Samaria, padahal kota dan bangsa Samaria belum eksis pada masa Eksodus. Kesalahan konyol ini terjadi karena penulis teks mencampuradukkan peristiwa patung anak lembu di Gunung Sinai dengan pemujaan anak lembu yang diciptakan oleh Raja Yerobeam di Samaria ratusan tahun kemudian.