Bacaan
TopikPenyelamatan Bani Israel dan Kisah Anak Lembu (Ayat 77-98)
وَلَقَدْ أَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِي فَاضْرِبْ لَهُمْ طَرِيقًا فِي الْبَحْرِ يَبَسًا لَا تَخَافُ دَرَكًا وَلَا تَخْشَىٰ
Dan sungguh, telah Kami wahyukan kepada Musa, "Pergilah bersama hamba-hamba-Ku (Bani Israil) pada malam hari, dan pukullah (buatlah) untuk mereka jalan yang kering di laut itu,518) (engkau) tidak perlu takut akan tersusul dan tidak perlu khawatir (akan tenggelam)."
Catatan Depag
*518) Memukul laut itu dengan tongkat. Lihat Asy-Syu'arā` (26) : 63.
Logical Fallacy
Divine command theory - Ayat 77-78 menggambarkan intervensi supernatural untuk membuat jalan kering di laut dan menenggelamkan tentara Fir'aun, yang menggunakan otoritas ilahi sebagai pengganti penjelasan logis.
Contradiction
QS 20:77 menggambarkan Musa membelah laut untuk menyelamatkan Bani Israil. Namun QS 26:63 memberikan detil yang sedikit berbeda. Yang lebih kritis: tidak ada bukti arkeologi atau historis tentang perbudakan massal Yahudi di Mesir atau Eksodus skala besar.

