Ta Ha (Ta Ha) Ayat 71

Bacaan

TopikPertandingan dengan Para Penyihir (Ayat 57-76)

قَالَ آمَنْتُمْ لَهُ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّهُ لَكَبِيرُكُمُ الَّذِي عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ ۖ فَلَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلَافٍ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ فِي جُذُوعِ النَّخْلِ وَلَتَعْلَمُنَّ أَيُّنَا أَشَدُّ عَذَابًا وَأَبْقَىٰ

(20:71) Dia (Fir'aun) berkata, "Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia itu pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Maka sungguh, akan kupotong tangan dan kakimu secara bersilang, dan sungguh, akan aku salib kamu pada pangkal pohon kurma, dan sungguh, kamu pasti akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksaannya."

Cacat Logika

Argumentum ad baculum (Appeal to force) - Ayat 71 menunjukkan Fir'aun mengancam para penyihir yang beriman dengan hukuman fisik (pemotongan tangan dan kaki secara bersilang, penyaliban) sebagai metode untuk memaksa mereka kembali kepada keyakinannya.

Moral

Firaun mengancam potong tangan dan kaki para penyihir bersilang lalu disalib (a.71): ancaman mutilasi dan penyaliban disebutkan sebagai respons Firaun — meski dari tokoh antagonis, detail hukuman fisik brutal diabadikan dalam teks sakral

Sains

QS 20:71 menggambarkan Firaun mengancam akan menyalib dan memotong tangan-kaki penyihir secara bersilang. Penyaliban sebagai metode hukuman baru populer di era Persia-Romawi (abad ke-6 SM ke depan), jauh setelah periode Musa yang diperkirakan abad ke-13 SM — anakronisme historis.