Bacaan
TopikPertandingan dengan Para Penyihir (Ayat 57-76)
قَالُوا إِنْ هَٰذَانِ لَسَاحِرَانِ يُرِيدَانِ أَنْ يُخْرِجَاكُمْ مِنْ أَرْضِكُمْ بِسِحْرِهِمَا وَيَذْهَبَا بِطَرِيقَتِكُمُ الْمُثْلَىٰ
Mereka (para pesihir) berkata, "Sesungguhnya dua orang ini adalah pesihir yang hendak mengusirmu (Fir'aun) dari negerimu dengan sihir mereka berdua dan hendak melenyapkan adat kebiasaanmu yang utama.
Kritik
(20:63) Terdapat perdebatan tata bahasa klasik seputar frasa 'inna hadhani la-sahirani' yang dinilai menyalahi gramatika bahasa Arab karena ketidaksesuaian kasus (case). Analisis linguistik oleh Marijn van Putten berargumen bahwa bacaan minoritas 'in hadhani la-sahirani' sebenarnya adalah bacaan asli teks konsonan Utsmani yang dimaksud, sementara bacaan mayoritas ('inna...) yang ada sekarang hanyalah upaya perbaikan/pendekatan populer dari versi non-Utsmani. (Tidak dicantumkan)

