Bacaan
TopikPenutup tentang Keluasan Ilmu Allah (Ayat 109-110)
قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
(18:110) Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa." Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya."
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun berkenaan dengan pria (seperti Jundub bin Zuhayr) yang beramal saleh murni karena Allah, namun di dalam hatinya ia juga merasa senang dan suka jika amalannya itu dilihat, diketahui, atau dipuji oleh orang lain. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun sebagai tanggapan kepada seorang sahabat Nabi yang ingin mendapatkan tempat yang mulia di surga. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

