Qurai

Al-Kahf (Gua) Ayat 109

Bacaan

TopikPenutup tentang Keluasan Ilmu Allah (Ayat 109-110)

قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا

(18:109) Katakanlah (Muhammad), "Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)."

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun untuk membantah klaim sombong kaum Yahudi yang menyatakan bahwa mereka telah diberikan kebaikan dan ilmu yang sangat melimpah ruah karena memiliki kitab Taurat. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun untuk membatalkan klaim kaum Yahudi bahwa merekamendapatkan kebaikan yang sangat banyak. Allah menegaskan, Dialahpemilik kalimat yang sempurna dan tak terbatas keagungannya. Turunnya ayat ini juga masih berkaitan dengan kisah yang disebutkan dalam sebab nuzul Surah al-Isrà’/17: 85. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Kritik

Perumpamaan lautan yang jadi tinta untuk menulis kalimat Tuhan dan tetap tidak cukup punya bandingan dekat dalam Talmud, Shabbat 11a, yang memakai kiasan sama tentang tidak cukupnya tinta dan kulit untuk menulis. Kiasan ini sudah jadi milik bersama tulisan keagamaan kawasan itu.

Catatan Saya

Belum ada catatan untuk ayat ini.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria