Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun untuk membantah klaim sombong kaum Yahudi yang menyatakan bahwa mereka telah diberikan kebaikan dan ilmu yang sangat melimpah ruah karena memiliki kitab Taurat. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun untuk membatalkan klaim kaum Yahudi bahwa merekamendapatkan kebaikan yang sangat banyak. Allah menegaskan, Dialahpemilik kalimat yang sempurna dan tak terbatas keagungannya. Turunnya ayat ini juga masih berkaitan dengan kisah yang disebutkan dalam sebab nuzul Surah al-Isrà’/17: 85. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikPenutup tentang Keluasan Ilmu Allah (Ayat 109-110)
قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا
Katakanlah (Muhammad), "Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)."
Kritik
Ayat 109 (Asal-usul Teks): Konsep perumpamaan "Jika sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku..." diyakini merupakan adaptasi secara langsung dari perumpamaan Yahudi yang sudah ada di dalam literatur Talmud (b. Shabbat 11a) dan tradisi Kristen
Logical Fallacy
False analogy - Ayat 109 menggunakan analogi tinta dan lautan untuk menggambarkan ketidakterbatasan kalimat-kalimat Tuhan, namun analogi ini tidak valid secara logis karena membandingkan entitas dengan karakteristik yang sepenuhnya berbeda.

