Al-Kahf (Gua) Ayat 80

Bacaan

TopikKisah Musa dan Khidir (Ayat 60-82)

وَأَمَّا الْغُلَامُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَا أَنْ يُرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَكُفْرًا

(18:80) Dan adapun anak muda (kafir) itu, kedua orang tuanya mukmin, dan kami khawatir kalau dia akan memaksa kedua orang tuanya kepada kesesatan dan kekafiran.

Cacat Logika

False dichotomy - Ayat 80-81 menyajikan situasi yang membatasi: anak muda itu pasti akan menyesatkan orangtuanya jika dibiarkan hidup, tanpa mempertimbangkan kemungkinan lain seperti pendidikan atau perubahan sikap di masa depan.

Moral

(18:80-81): Khidir membunuh seorang anak muda murni karena kekhawatiran subjektif bahwa sang anak kelak akan memaksa orang tuanya yang mukmin kepada kesesatan dan kekafiran. Ini adalah pembenaran atas pembunuhan anak tak berdosa secara preemptif (mendahului) tanpa pengadilan atas "calon kejahatan" yang belum terjadi, semata-mata dijustifikasi oleh alasan keselamatan dogma agama.

Kontradiksi

QS 18:74-80 menceritakan Khidir membunuh seorang anak dengan alasan anak itu akan menjadi kafir dan menyusahkan orang tuanya yang beriman. Membunuh seseorang atas dasar kejahatan yang belum dilakukan bertentangan dengan prinsip pertanggungjawaban individual (QS 6:164, QS 35:18) dan prinsip praduga tak bersalah.