Bacaan
TopikKisah Musa dan Khidir (Ayat 60-82)
فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا
lalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan rahmat kepadanya dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan ilmu kepadanya dari sisi Kami.495)
Catatan Depag
*495) Menurut mufasir, berdasarkan hadis, hamba di sini ialah Khidir, dan yang dimaksud dengan rahmat di sini ialah wahyu dan kenabian. Sedang yang dimaksud dengan ilmu ialah ilmu tentang yang gaib seperti yang akan diterangkan dalam ayat berikut.
Logical Fallacy
Argumentum ad verecundiam - Ayat 65-66 menunjukkan Musa secara langsung menerima klaim otoritas "hamba yang diberi ilmu" tanpa meminta bukti validasi ilmu tersebut, mengandalkan asumsi bahwa ilmu "dari sisi Kami" otomatis benar.

