Bacaan
TopikKisah Musa dan Khidir (Ayat 60-82)
قَالَ أَرَأَيْتَ إِذْ أَوَيْنَا إِلَى الصَّخْرَةِ فَإِنِّي نَسِيتُ الْحُوتَ وَمَا أَنْسَانِيهُ إِلَّا الشَّيْطَانُ أَنْ أَذْكُرَهُ ۚ وَاتَّخَذَ سَبِيلَهُ فِي الْبَحْرِ عَجَبًا
Dia (pembantunya) menjawab, "Tahukah engkau ketika kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak ada yang membuat aku lupa untuk mengingatnya kecuali setan, dan (ikan) itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali."
Logical Fallacy
Post hoc ergo propter hoc - Ayat 63-64 menyiratkan bahwa melompatnya ikan adalah petunjuk khusus tentang lokasi yang dicari, tanpa menunjukkan koneksi kausal yang jelas selain kebetulan temporal.
Scientific Error
QS 18:63 menceritakan ikan (hut) yang hidup kembali dan masuk ke laut saat Musa dan pembantunya beristirahat. Ikan yang sudah mati kemudian hidup kembali dan berenang adalah peristiwa yang mustahil secara biologis.

