Bacaan
TopikPenolakan Kebenaran dan Balasannya (Ayat 54-59)
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ فَأَعْرَضَ عَنْهَا وَنَسِيَ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ ۚ إِنَّا جَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا ۖ وَإِنْ تَدْعُهُمْ إِلَى الْهُدَىٰ فَلَنْ يَهْتَدُوا إِذًا أَبَدًا
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sungguh, Kami telah menjadikan hati mereka tertutup, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka. Kendati pun engkau (Muhammad) menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk untuk selama-lamanya.
Logical Fallacy
Begging the question - Ayat 57 mengasumsikan bahwa hati orang-orang yang berpaling telah "ditutup" oleh Allah, menggunakan asumsi yang belum dibuktikan sebagai bagian dari argumen.
Moral Concern
(18:57): Menegaskan kembali bahwa Tuhan dengan sengaja menjadikan hati orang kafir tertutup dan telinga mereka tersumbat sehingga mereka tidak akan pernah bisa mendapat petunjuk untuk selama-lamanya, kendati sudah diseru berkali-kali. Memblokir jalan pertobatan secara permanen semata-mata agar memiliki alasan untuk menyiksa adalah kezaliman intelektual.

