Bacaan
TopikPerumpamaan Dua Orang Laki-laki (Ayat 32-44)
وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا رَجُلَيْنِ جَعَلْنَا لِأَحَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ مِنْ أَعْنَابٍ وَحَفَفْنَاهُمَا بِنَخْلٍ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمَا زَرْعًا
Dan berikanlah (Muhammad) kepada mereka493) suatu perumpamaan, dua orang laki-laki,494) yang seorang (yang kafir) Kami beri dua buah kebun anggur dan Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan di antara keduanya (kebun itu) Kami buatkan ladang.
Catatan Depag
*493) Kepada orang mukmin dan orang kafir. 494) Dua orang Yahudi yang satu mukmin dan yang lain kafir.
Logical Fallacy
Exemplum fallacy - Ayat 32-44 menggunakan kisah dua laki-laki (pemilik kebun) sebagai perumpamaan untuk menarik kesimpulan umum, namun generalisasi berdasarkan kasus tunggal tidak selalu valid secara logis.

