Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun setelah Perang Uhud ketika Nabi Muhammad SAW sangat bersedih melihat paman beliau, Hamzah, gugur dalam keadaan dimutilasi parah (perut dirobek, telinga dan hidung dipotong). Awalnya Nabi bersumpah akan membalas dengan memutilasi 70 orang musyrik, namun Allah menurunkan ayat ini untuk memerintahkan bersabar, dan Nabi pun membatalkan sumpahnya lalu memilih untuk bersabar.
TopikPerlindungan dari Godaan Setan dan Wahyu Allah (Ayat 98-128)
وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ ۖ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ
Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar.
Moral Concern
(16:126): 'Jika kamu membalas maka balaslah dengan balasan yang sama; jika kamu bersabar itu lebih baik' — mendorong kesabaran sambil membolehkan pembalasan setimpal; tidak mendorong de-eskalasi.
Contradiction
(16:126): 'Balaslah dengan balasan yang sama' — bertentangan dengan S2:190 'jangan melampaui batas' dan prinsip de-eskalasi; membuka pintu siklus balas dendam.

