Bacaan
TopikPerlindungan dari Godaan Setan dan Wahyu Allah (Ayat 98-128)
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
(16:125) Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah469 dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.
Catatan Depag
*469) Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dan yang batil.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun setelah Perang Uhud ketika Nabi Muhammad SAW sangat bersedih melihat paman beliau, Hamzah, gugur dalam keadaan dimutilasi parah (perut dirobek, telinga dan hidung dipotong). Awalnya Nabi bersumpah akan membalas dengan memutilasi 70 orang musyrik, namun Allah menurunkan ayat ini untuk memerintahkan bersabar, dan Nabi pun membatalkan sumpahnya lalu memilih untuk bersabar.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

