Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun memaafkan Ammar bin Yasir yang disiksa sangat parah oleh kaum musyrik (hingga kedua orang tuanya dibunuh) sampai ia terpaksa mengucapkan kata-kata kekafiran untuk menyelamatkan nyawanya, padahal hatinya tetap penuh keimanan. Ayat ini juga terkait orang-orang Makkah yang dicegat dan disiksa saat hendak berhijrah agar murtad.
TopikPerlindungan dari Godaan Setan dan Wahyu Allah (Ayat 98-128)
مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ وَلَٰكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Barang siapa kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan mereka akan mendapat azab yang besar.

