Bacaan
TopikPerlindungan dari Godaan Setan dan Wahyu Allah (Ayat 98-128)
مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ وَلَٰكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
(16:106) Barang siapa kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan mereka akan mendapat azab yang besar.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun memaafkan Ammar bin Yasir yang disiksa sangat parah oleh kaum musyrik (hingga kedua orang tuanya dibunuh) sampai ia terpaksa mengucapkan kata-kata kekafiran untuk menyelamatkan nyawanya, padahal hatinya tetap penuh keimanan. Ayat ini juga terkait orang-orang Makkah yang dicegat dan disiksa saat hendak berhijrah agar murtad.
Cacat Logika
Pengecualian yang letaknya di dalam hati (special pleading). Orang yang mengucapkan kekafiran karena dipaksa dimaafkan asal hatinya tetap tenang dalam iman. Karena keadaan hati tidak bisa diperiksa siapa pun, siapa yang masuk pengecualian ini ditentukan oleh penilaian sepihak.
Moral
Yang berpindah keyakinan dengan sukarela sesudah beriman diancam kemurkaan dan azab besar, dan yang dipaksa dimaafkan. Yang dihukum bukan perbuatan, tapi keputusan berpindah pendirian, dan ancaman itu jadi ongkos untuk keluar.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

