Bacaan
TopikPerintah Allah untuk Keadilan dan Kebaikan (Ayat 90-97)
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik463) dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
Catatan Depag
*463) Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal kebaikan harus disertai iman.
Logical Fallacy
Inconsistency (Inkonsistensi) - Ayat 93 menyatakan "Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki", namun ayat 97 menjanjikan balasan baik bagi "barangsiapa mengerjakan kebajikan", menciptakan kontradiksi logis tentang determinisme versus kebebasan memilih.
Moral Concern
(16:97): 'Orang yang beramal saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik' — kebaikan hidup dikaitkan eksklusif ke keimanan.

