Bacaan
TopikPerintah Allah untuk Keadilan dan Kebaikan (Ayat 90-97)
وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَلَتُسْأَلُنَّ عَمَّا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan jika Allah menghendaki niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan kamu pasti akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.
Logical Fallacy
Inconsistency (Inkonsistensi) - Ayat 93 menyatakan "Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki", namun ayat 97 menjanjikan balasan baik bagi "barangsiapa mengerjakan kebajikan", menciptakan kontradiksi logis tentang determinisme versus kebebasan memilih.
Moral Concern
(16:93): Menegaskan kembali doktrin bahwa Tuhan secara sadar memilih untuk tidak menyatukan umat manusia, melainkan dengan sengaja menyesatkan siapa yang Dia kehendaki. Mengatur skenario perpecahan secara deterministik lalu kelak menuntut pertanggungjawaban manusia atas apa yang mereka kerjakan adalah bentuk persidangan yang dimanipulasi oleh Sang Hakim.

