Qurai

An-Nahl (Lebah) Ayat 75

Bacaan

TopikKeadilan Sosial dan Persamaan (Ayat 71-76)

ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا عَبْدًا مَمْلُوكًا لَا يَقْدِرُ عَلَىٰ شَيْءٍ وَمَنْ رَزَقْنَاهُ مِنَّا رِزْقًا حَسَنًا فَهُوَ يُنْفِقُ مِنْهُ سِرًّا وَجَهْرًا ۖ هَلْ يَسْتَوُونَ ۚ الْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

(16:75) Allah membuat perumpamaan seorang hamba sahaya di bawah kekuasaan orang lain, yang tak berdaya untuk berbuat sesuatu dan seorang yang Kami beri rezeki yang baik, lalu dia menginfakkan sebagian rezeki itu secara sembunyi-sembunyi dan secara terang-terangan. Samakah mereka itu? Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.458

Catatan Depag

*458) Maksud dari perumpamaan ini ialah untuk membantah orang musyrik yang menyamakan Allah yang memberi rezeki dengan berhala-berhala yang tidak berdaya.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun sebagai perumpamaan. Pendapat pertama menyebut ini perbandingan antara Hisyâm bin 'Amr yang dermawan dengan budaknya Abu'l-Jawza' yang pelit melarangnya bersedekah. Pendapat kedua menyebut ini perbandingan antara Utsman bin Affan yang selalu di jalan lurus dengan Usayd bin Abi al-'Ash yang tidak bisa berbuat kebaikan apa pun. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun berkaitan dengan seorang pria dari Suku Quraisy yang gemar berderma, sedangkan budaknya selalu saja melarang tuannya itu berbuat demikian. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Catatan Saya

Belum ada catatan untuk ayat ini.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria