Bacaan
TopikKeadilan Sosial dan Persamaan (Ayat 71-76)
فَلَا تَضْرِبُوا لِلَّهِ الْأَمْثَالَ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sungguh, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Logical Fallacy
Appeal to ignorance (Seruan pada ketidaktahuan) - Ayat 74 menyatakan "Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" sebagai basis argumen, menggunakan ketidaktahuan manusia untuk menguatkan klaim tanpa memberikan bukti positif. Non sequitur (Kesimpulan yang tidak mengikuti premis) - Ayat 73-74 berargumen bahwa karena berhala tidak dapat memberikan rezeki, maka tidak boleh menyembahnya, namun ini mengabaikan kemungkinan bahwa nilai penyembahan tidak hanya berkaitan dengan pemberian rezeki material.
Scientific Error
(16:74): 'Janganlah kamu membuat perumpamaan-perumpamaan untuk Allah' — larangan analogi tentang Allah bertentangan dengan kebutuhan epistemologis manusia untuk memahami melalui perbandingan.

