Bacaan
TopikKeadilan Sosial dan Persamaan (Ayat 71-76)
وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ ۚ فَمَا الَّذِينَ فُضِّلُوا بِرَادِّي رِزْقِهِمْ عَلَىٰ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَهُمْ فِيهِ سَوَاءٌ ۚ أَفَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ
(16:71) Dan Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezekinya kepada para hamba sahaya yang mereka miliki, sehingga mereka sama-sama (merasakan) rezeki itu. Mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?
Moral
Ayat 71 dan 75: Perbedaan antara orang merdeka dan hamba sahaya dipakai sebagai perumpamaan untuk menerangkan kekuasaan Allah, dan perbedaan rezeki di antara manusia disebut ketetapan-Nya. Perbudakan dipakai sebagai bahan kiasan tanpa satu pun kalimat yang mempersoalkannya, dan susunan yang timpang itu justru dipasang sebagai contoh yang wajar.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

