Bacaan
TopikBantahan terhadap Penolakan Kebenaran (Ayat 33-40)
وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ ۙ لَا يَبْعَثُ اللَّهُ مَنْ يَمُوتُ ۚ بَلَىٰ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
(16:38) Dan mereka bersumpah atas (nama) Allah dengan sumpah yang sungguh-sungguh, "Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati." Tidak demikian (pasti Allah akan membangkitkannya), sebagai suatu janji yang benar dari-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun berkenaan dengan perselisihan utang antara seorang muslim dan seorang musyrik. Ketika muslim itu bersumpah "Demi Dzat yang aku harapkan setelah mati", orang musyrik itu mengejek dan bersumpah bahwa Allah tidak mungkin membangkitkan orang yang sudah mati.
Cacat Logika
Kesimpulan yang sudah ditanam di premis (begging the question). Sumpah mereka bahwa orang mati tidak akan dibangkitkan dijawab dengan pernyataan bahwa mereka berdusta. Adanya kebangkitan itulah yang sedang dipersoalkan, dan sudah dipakai sebagai dasar menyebut mereka pendusta.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

