An-Nahl (Lebah) Ayat 35

Bacaan

TopikBantahan terhadap Penolakan Kebenaran (Ayat 33-40)

وَقَالَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا عَبَدْنَا مِنْ دُونِهِ مِنْ شَيْءٍ نَحْنُ وَلَا آبَاؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِنْ دُونِهِ مِنْ شَيْءٍ ۚ كَذَٰلِكَ فَعَلَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ فَهَلْ عَلَى الرُّسُلِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

(16:35) Dan orang musyrik berkata, "Jika Allah menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apa pun selain Dia, baik kami maupun bapak-bapak kami, dan tidak (pula) kami mengharamkan sesuatu pun tanpa (izin)-Nya." Demikianlah yang diperbuat oleh orang sebelum mereka. Bukankah kewajiban para rasul hanya menyampaikan (amanat Allah) dengan jelas.

Kritik

Ayat 35 (Lompatan Konteks): Subjek ayat ini secara tiba-tiba merujuk kepada orang-orang kafir, padahal ayat 32-34 sedang membahas orang-orang beriman. Ayat 35 dinilai putus dari konteksnya dan seharusnya dihubungkan dengan ayat 31

Cacat Logika

Paradoks determinisme - Ayat 35-37 menampilkan kontradiksi logis dimana kaum musyrik berkata "Jika Allah menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apa pun selain Dia", namun kemudian ayat 37 menyatakan Allah "tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya".

Kontradiksi

(16:35): 'Orang musyrik berkata: kalau Allah menghendaki, kami tidak menyembah selain-Nya' — argumen ini logis; Al-Quran merespons dengan 'begitulah kelakuan orang sebelum mereka' tanpa menjawab substansi argumen predestinasi.