An-Nahl (Lebah) Ayat 4

Bacaan

TopikPenciptaan Manusia dan Binatang Ternak (Ayat 4-9)

خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ

(16:4) Dia telah menciptakan manusia dari mani, ternyata dia menjadi pembantah yang nyata.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun mengenai Ubay bin Khalaf yang datang membawa tulang-belulang yang sudah hancur kepada Nabi, lalu meremasnya dan dengan sombong mempertanyakan apakah Allah bisa menghidupkan kembali tulang yang sudah lapuk itu.

Moral

(16:4): 'Dia menciptakan manusia dari setetes mani; tiba-tiba dia menjadi pembantah yang nyata' — merendahkan sifat kritis manusia sebagai ingratitude terhadap penciptanya.

Sains

QS 16:4 menyatakan manusia diciptakan dari 'setetes mani' (nutfah). Secara biologis tidak akurat: manusia terbentuk dari penyatuan sperma (sekitar 200 juta sel) dengan satu sel telur — bukan dari satu tetes. Proses fertilisasi jauh lebih kompleks.

Kontradiksi

QS 16:4 menyatakan manusia diciptakan dari nutfah (mani) lalu menjadi 'pembantah yang nyata'. QS 15:26 menyatakan manusia diciptakan dari tanah liat kering. QS 23:12-14 memberikan tahapan berbeda lagi. Al-Quran tidak konsisten dalam menjelaskan asal-usul penciptaan manusia.