Bacaan
TopikPeringatan Tentang Kekafiran dan Nikmat Allah (Ayat 28-34)
قُلْ لِعِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا يُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خِلَالٌ
Katakanlah (Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman, "Hendaklah mereka melaksanakan salat, menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan secara sembunyi atau terang-terangan sebelum datang hari, ketika tidak ada lagi jual beli dan persahabatan."
Kritik
Appeal to reward: perintah shalat dan berinfak dijustifikasi dengan iming-iming surga — motivasi ekstrinsik menggantikan penalaran etis.
Logical Fallacy
Appeal to reward (Seruan pada hadiah) - Ayat 31-34 menjelaskan berbagai nikmat sebagai dasar untuk kepatuhan, mengalihkan fokus dari kebenaran klaim utama ke potensi manfaat.

