Bacaan
TopikPeringatan Tentang Kekafiran dan Nikmat Allah (Ayat 28-34)
وَجَعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا لِيُضِلُّوا عَنْ سَبِيلِهِ ۗ قُلْ تَمَتَّعُوا فَإِنَّ مَصِيرَكُمْ إِلَى النَّارِ
Dan mereka (orang kafir) itu telah menjadikan tandingan bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah (Muhammad), "Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ke neraka."
Kritik
Appeal to fear: ancaman bagi yang menjadikan tandingan bagi Allah; tidak ada argumen substantif mengapa tauhid lebih valid dari politeisme.
Logical Fallacy
Argumentum ad metum (Seruan pada ketakutan) - Ayat 28-30 dan 49-51 menggambarkan neraka dan hukuman dengan detail menakutkan sebagai sarana untuk mempengaruhi perilaku, bukan melalui argumen rasional. Equivocation (Ekuivokasi) - Ayat 30 menggunakan frasa "menjadikan tandingan bagi Allah" tanpa mendefinisikan dengan jelas apa makna sebenarnya dari konsep tersebut dalam konteks berbeda.

