Bacaan
TopikDialog Para Rasul dengan Kaumnya (Ayat 11-14)
قَالَتْ لَهُمْ رُسُلُهُمْ إِنْ نَحْنُ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۖ وَمَا كَانَ لَنَا أَنْ نَأْتِيَكُمْ بِسُلْطَانٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, "Kami hanyalah manusia seperti kamu, tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Tidak pantas bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah saja hendaknya orang yang beriman itu bertawakal.
Kritik
Begging the question: para rasul mengklaim kebenaran wahyu dengan mengatakan mereka adalah manusia biasa yang mendapat petunjuk Allah — tidak ada bukti eksternal.
Logical Fallacy
Petitio principii (Begging the question) - Ayat 10-11 berputar dalam argumen melingkar tentang bukti kenabian, di mana pembuktian ditunda dengan menyatakan "tidak pantas bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah".

