Ar-Ra'd (Guruh) Ayat 27

Bacaan

TopikKonsekuensi Iman dan Kekafiran (Ayat 25-31)

وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ ۗ قُلْ إِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ

(13:27) Dan orang-orang kafir berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?" Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya Allah menyesatkan420) siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk orang yang bertobat kepada-Nya,"

Catatan Depag

*420) Allah menyesatkan berarti bahwa orang itu sesat karena keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk.

Cacat Logika

Circular reasoning (Penalaran melingkar) - Ayat 27 dan 31 menjelaskan bahwa Allah memberi petunjuk dan menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, kemudian menggunakan keselamatan/kesesatan seseorang sebagai bukti kehendak-Nya.

Moral

(13:27 & 13:33): Secara terang-terangan mendeklarasikan bahwa Tuhan dengan sengaja menyesatkan siapa saja yang Dia kehendaki, dan mereka yang disesatkan tidak akan bisa mendapat petunjuk. Ini memunculkan cacat moral keadilan yang manipulatif: Tuhan secara aktif menyabotase kesadaran manusia, namun menghukum mereka atas kesesatan yang Dia ciptakan sendiri.

Kontradiksi

Kontradiksi Penyebab Kesesatan: Ayat ini menyatakan "Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki" — bertentangan dengan 2:256 ("tidak ada paksaan dalam agama") dan 6:108 (manusia menyesatkan diri sendiri); jika Allah yang sengaja menyesatkan, maka konsep keadilan dan pertanggungjawaban individu runtuh.