Bacaan
TopikKonsekuensi Iman dan Kekafiran (Ayat 25-31)
اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ
Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki). Mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia hanyalah kesenangan (yang sedikit) dibanding kehidupan akhirat.
Logical Fallacy
Arbitrary Divine Dispensation – 'Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi bagi siapa yang Dia kehendaki' menggambarkan distribusi kekayaan sebagai kehendak arbitrer Allah tanpa kriteria yang dapat diverifikasi. Ini mengeliminasi analisis sosial-ekonomi tentang penyebab kemiskinan dan kemakmuran.

