Bacaan
TopikTanda-tanda Ilahi dalam Penciptaan (Ayat 1-4)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ المر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ ۗ وَالَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ
Alif Lām Mīm Rā`. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur`an). Dan (Kitab) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu itu adalah benar; tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya).
Kritik
Surat 13 Ayat 31 (Bukti Penyalin Mengantuk): Ini adalah salah satu temuan paling mencolok. Teks standar saat ini berbunyi 'a-fa-lam yay'asi lladhina amanu ("Tidakkah orang-orang yang beriman berputus asa?"), sebuah kalimat yang artinya bertolak belakang (countersense) dengan konteks Sahabat Nabi sekaligus mufasir utama, Ibn Abbas, secara terang-terangan membaca teks ini sebagai yatabayyan ("Tidakkah orang beriman melihat dengan jelas?"). Ibn Abbas beralasan bahwa sang penyalin (khatib/juru tulis) pasti sedang mengantuk sehingga salah menuliskan lekukan huruf dari yatabayyan menjadi yay'as (Catatan: Dalam tulisan Hijazi kuno tanpa titik, rasm/bentuk kerangka huruf y-t-b-y-n dan y-y'-s memiliki jumlah gerigi yang sangat identik sehingga mudah tertukar) Struktur Tambal-Sulam: Sama seperti beberapa surat di fase ini, Surat 13 dan 14 disimpulkan oleh pakar hanyalah merupakan kumpulan berbagai potongan teks (fragments/scraps) yang direvisi dan digabungkan secara acak pada masa Madinah, ditandai dari rima yang saling berbenturan dan tidak konsisten
Logical Fallacy
Argumentum ad verecundiam (Seruan pada otoritas) - Ayat 1 menyatakan bahwa kitab tersebut berasal dari Tuhan dan "benar", tanpa memberikan bukti objektif selain pernyataan otoritas.

