Bacaan
TopikKisah Nabi Syu'aib dan Penduduk Madyan (Ayat 84-95)
قَالُوا يَا شُعَيْبُ أَصَلَاتُكَ تَأْمُرُكَ أَنْ نَتْرُكَ مَا يَعْبُدُ آبَاؤُنَا أَوْ أَنْ نَفْعَلَ فِي أَمْوَالِنَا مَا نَشَاءُ ۖ إِنَّكَ لَأَنْتَ الْحَلِيمُ الرَّشِيدُ
Mereka berkata, "Wahai Syu'aib! Apakah salatmu yang menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah nenek moyang kami atau melarang kami mengelola harta kami menurut cara yang kami kehendaki? Sesungguhnya engkau benar-benar orang yang sangat penyantun dan pandai."406)
Catatan Depag
*406) Perkataan ini mereka ucapkan untuk mengejek Nabi Syu'aib -'alaihissalām-.
Logical Fallacy
Argumentum ad Antiquitatem - Ayat 62 dan 87 menunjukkan penolakan karena kesetiaan pada tradisi ("apa yang disembah oleh nenek moyang kami"), tanpa evaluasi kritis terhadap nilai kepercayaan tersebut. Appeal to Ridicule - Ayat 87 menunjukkan kaum Madyan menggunakan sindiran ("engkau benar-benar orang yang sangat penyantun dan pandai") untuk mendiskreditkan Syu'aib, tanpa argumen substantif.

