Bacaan
TopikKisah Nabi Syu'aib dan Penduduk Madyan (Ayat 84-95)
وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۚ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ وَلَا تَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ ۚ إِنِّي أَرَاكُمْ بِخَيْرٍ وَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ مُحِيطٍ
Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka, Syu'aib. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan. Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (makmur). Dan sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab pada hari yang membinasakan (Kiamat).
Kritik
(11:84) John Wansbrough melakukan kritik sastra (literary analysis) terhadap kisah Nabi Syu'aib yang muncul di ayat-ayat ini (serta di Surat 26). Ia menyoroti perbedaan presentasi cerita di antara surat-surat tersebut, dan menganggap hanya versi di Surat Al-A'raf yang ceritanya utuh, sementara yang lain tidak lengkap. Wansbrough menyimpulkan bahwa perbedaan ini mengindikasikan adanya intervensi atau penggabungan berbagai tradisi lisan, di mana Al-Qur'an menyalin motif-motif yang sudah ada dari Alkitab/Bibel. (Tidak dicantumkan)

