Hud (Nabi Hud) Ayat 24

Bacaan

TopikBalasan bagi Yang Mencari Dunia dan Akhirat (Ayat 15-24)

مَثَلُ الْفَرِيقَيْنِ كَالْأَعْمَىٰ وَالْأَصَمِّ وَالْبَصِيرِ وَالسَّمِيعِ ۚ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

(11:24) Perumpamaan kedua golongan (orang kafir dan mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan mendengar. Samakah kedua golongan itu? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?

Kritik

(11:24) Kritik filologi Syro-Aramaik menyoroti penggunaan huruf alif di akhir kata seperti mathalan. Para penerjemah dan mufasir tradisional sering kesulitan menjelaskan posisi gramatikal akusatif dari kata ini. Christoph Luxenberg berargumen bahwa sisipan alif ini akan jauh lebih masuk akal dan mudah dijelaskan jika dipandang sebagai bentuk serapan langsung dari bahasa Aramaik. (Tidak dicantumkan)

Cacat Logika

False Analogy - Ayat 24 membandingkan orang kafir dan mukmin dengan "orang buta dan tuli" versus "orang yang dapat melihat dan mendengar," menciptakan perbandingan yang tidak setara antara ketidakpercayaan dan kecacatan fisik.