Bacaan
TopikSikap Manusia terhadap Rahmat dan Ujian (Ayat 8-11)
وَلَئِنْ أَخَّرْنَا عَنْهُمُ الْعَذَابَ إِلَىٰ أُمَّةٍ مَعْدُودَةٍ لَيَقُولُنَّ مَا يَحْبِسُهُ ۗ أَلَا يَوْمَ يَأْتِيهِمْ لَيْسَ مَصْرُوفًا عَنْهُمْ وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ
(11:8) Dan sungguh, jika Kami tangguhkan azab terhadap mereka sampai waktu yang ditentukan, niscaya mereka akan berkata, "Apakah yang menghalanginya?" Ketahuilah, ketika azab itu datang kepada mereka, tidaklah dapat dielakkan oleh mereka. Mereka dikepung oleh (azab) yang dahulu mereka memperolok-olokkannya.
Kritik
Ayat ini memakai kata ummah dalam frasa ila ummatin ma'dudah, dan penerjemah membacanya sebagai jangka waktu tertentu. Ummah berarti umat atau kelompok, bukan waktu. Ahli filologi menduga bentuk aslinya amad, yang memang berarti tenggat, dan penyalin awal keliru membaca bentuk hurufnya.
Cacat Logika
Penundaan yang sudah punya penjelasan. Kalau azab ditunda, mereka disebut akan bertanya apa yang menahannya, dan pertanyaan itu sendiri dipasang sebagai tanda kekeliruan mereka. Karena datang maupun tidak datangnya azab sama-sama sudah diterangkan, tidak ada keadaan yang bisa membantah klaimnya.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

