Bacaan
TopikBani Israel dan Kaum Yunus (Ayat 93-98)
فَإِنْ كُنْتَ فِي شَكٍّ مِمَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ فَاسْأَلِ الَّذِينَ يَقْرَءُونَ الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ لَقَدْ جَاءَكَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ
Maka jika engkau (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang yang membaca kitab sebelummu. Sungguh, telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau termasuk orang yang ragu.
Kritik
Perintah yang berbunyi "Jika engkau ragu... tanyakanlah kepada mereka yang membaca kitab sebelummu" secara memalukan memperlihatkan krisis legitimasi yang sedang dialami sang penyampai teks. Teks ini secara paradoks harus menyerah pada otoritas Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) untuk memvalidasi keaslian dirinya sendiri di hadapan lawan-lawan pagannya.

