Bacaan
TopikKisah Nabi Musa dan Fir'aun (Ayat 74-92)
فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً ۚ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ
Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu392) agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami.
Catatan Depag
*392) Yang diselamatkan Allah ialah tubuh kasarnya. Menurut sejarah, setelah Fir'aun tenggelam, mayatnya terdampar di pantai ditemukan oleh orang-orang Mesir lalu dibalsem sehingga utuh sampai sekarang dan dapat dilihat di museum Mesir. Selanjutnya lihat Al-Baqarah (2): 50.
Logical Fallacy
Argumentum ad Baculum - Ayat 73 dan 90-92 menggunakan kisah penenggelaman kaum Nuh dan Fir'aun sebagai argumen untuk kebenaran, menggunakan ancaman atau tindakan hukuman sebagai pengganti pembuktian rasional.
Scientific Error
QS 10:92 mengklaim jasad Firaun diselamatkan Allah sebagai 'tanda'. Secara historis, mumi Firaun memang ditemukan, namun tidak ada korelasi ilmiah yang membuktikan ini adalah 'penyelamatan Allah' — mumifikasi adalah praktik budaya Mesir kuno yang diterapkan pada semua firaun.

