Bacaan
TopikPenyesalan pada Hari Kiamat dan Kekuasaan Allah (Ayat 54-61)
قُلْ أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ لَكُمْ مِنْ رِزْقٍ فَجَعَلْتُمْ مِنْهُ حَرَامًا وَحَلَالًا قُلْ آللَّهُ أَذِنَ لَكُمْ ۖ أَمْ عَلَى اللَّهِ تَفْتَرُونَ
Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan sebagiannya halal." Katakanlah, "Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini), ataukah kamu mengada-ada atas nama Allah?"
Logical Fallacy
Argument from Ignorance - Ayat 59-60 mengkritik penentuan status halal-haram oleh manusia dengan asumsi bahwa jika Allah tidak secara eksplisit mengizinkan, berarti manusia sedang "mengada-ada," tanpa mempertimbangkan keragaman penalaran manusia.

