Bacaan
TopikTantangan Orang-orang Kafir dan Jawaban Allah (Ayat 15-20)
وَمَا كَانَ النَّاسُ إِلَّا أُمَّةً وَاحِدَةً فَاخْتَلَفُوا ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ فِيمَا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ
(10:19) Dan manusia dahulunya satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidak karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu,385 pastilah telah diberi keputusan (di dunia) di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu.
Catatan Depag
*385) Ketetapan Allah ialah bahwa perselisihan manusia di dunia itu akan diputuskan di akhirat.
Cacat Logika
Sejarah yang diandaikan, bukan ditunjukkan. Manusia disebut dahulunya satu umat lalu berselisih. Yang terbaca dari galian dan perbandingan bahasa justru kebalikannya: kepercayaan manusia beragam sejak jejaknya paling awal, dan keseragaman yang disebut di sini tidak punya jejak.
Kontradiksi
Kontra 11:118 dan 5:48. Ayat ini menyebut perselisihan sebagai kemunduran dari keadaan asal yang satu, sedangkan 11:118 menyatakan Allah sengaja tidak menjadikan manusia satu umat dan 5:48 menyebut perbedaan itu sebagai ujian yang dikehendaki.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

