Bacaan
TopikKekuasaan Allah sebagai Pencipta dan Pengatur (Ayat 3-6)
إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا ۖ وَعْدَ اللَّهِ حَقًّا ۚ إِنَّهُ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ بِالْقِسْطِ ۚ وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ
Hanya kepada-Nya kamu semua akan kembali. Itu merupakan janji Allah yang benar dan pasti. Sesungguhnya Dialah yang memulai penciptaan makhluk kemudian mengulanginya (menghidupkannya kembali setelah berbangkit), agar Dia memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dengan adil. Sedangkan untuk orang-orang kafir (disediakan) minuman air yang mendidih dan siksaan yang pedih karena kekafiran mereka.
Logical Fallacy
Appeal to Consequences - Ayat 4 dan 7-8 mendukung argumen kebenaran dengan ancaman hukuman (api neraka) dan janji pahala, bukan dengan bukti atau penalaran logis.
Moral Concern
(10:4): Menghukum orang-orang yang tidak percaya dengan minuman air mendidih dan siksaan pedih. Ini merupakan penyiksaan sadis yang sangat tidak proporsional untuk kebebasan berpikir yang sejatinya adalah kejahatan tanpa korban (victimless crime).

