Qurai

At-Taubah (Pengampunan) Ayat 122

Bacaan

TopikNasihat Akhir dan Penutup (Ayat 119-129)

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

(9:122) Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun setelah kaum muslimin mendapat teguran keras karena banyak yang bolos dari medan perang. Akibatnya, pada panggilan perang berikutnya, seluruh kaum muslimin berbondong-bondong pergi berperang tanpa terkecuali, hingga meninggalkan Nabi sendirian di Madinah. Ayat ini turun mengingatkan bahwa harus ada sebagian yang menetap untuk memperdalam ilmu agama. Surah Yunus 10:2 Ayat ini turun ketika kaum kafir Makkah merasa heran, mengejek, dan menganggap bahwa Allah terlalu agung untuk mengutus seorang manusia biasa (Nabi Muhammad) sebagai rasul-Nya.

Kritik

Lembar Folio 22 naskah Sana'a memuat banyak selisih kata dengan mushaf Utsmani di blok ayat ini: min kulli ummatin di tempat min kulli firqatin pada ayat 122, rijsun di tempat maradun dan fasiqun di tempat kafirun pada ayat 125, serta hal yarana (apakah Dia melihat kami) di tempat hal yarakum (apakah Dia melihat kalian) pada ayat 127. Selisih sebanyak itu di satu lembar sulit dijelaskan sebagai perbedaan lidah saja.

Catatan Saya

Belum ada catatan untuk ayat ini.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria