Bacaan
TopikMasjid Dhirar dan Jual Beli dengan Allah (Ayat 107-118)
لَقَدْ تَابَ اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ وَالْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ فِي سَاعَةِ الْعُسْرَةِ مِنْ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّهُ بِهِمْ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
(9:117) Sungguh, Allah telah menerima tobat Nabi, orang-orang Muhajirin dan orang-orang Ansar, yang mengikuti Nabi pada masa-masa sulit, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada mereka,
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun terkait Ka‘b bin Màlik dan dua temannya, Muràrah bin Rabì‘dan Hilàl bin Umayyah, yang tidak ikut dalam Perang Tabuk. Ketiganyadengan jujur mengutarakan alasan ketidakhadiran mereka pada perangitu, berbeda dari orang-orang munafik yang berdusta dan membuat-buat alasan. Kejujuran itulah yang justru menyebabkan Nabi dan kaum muslim memboikot mereka selama lima puluh hari, hingga Allah menerima tobat mereka yang disampaikan-Nya melalui ayat di atas. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
Cacat Logika
Kesalahan pemimpin diselesaikan tanpa pihak yang dirugikan. Muhammad disebut diterima tobatnya sesudah memberi izin yang dinilai keliru. Yang dipulihkan hubungannya dengan Allah, sedangkan akibat keputusan itu bagi orang yang terkena tidak dibicarakan.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

