Bacaan
TopikMasjid Dhirar dan Jual Beli dengan Allah (Ayat 107-118)
وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ ۚ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَأَوَّاهٌ حَلِيمٌ
(9:114) Adapun permohonan ampunan Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya. Maka ketika jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sungguh, Ibrahim itu seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun memberikan larangan keras kepada Nabi Muhammad SAW dan kaum mukminin untuk memohonkan ampunan bagi orang-orang musyrik yang telah meninggal. Ayat ini turun setelah Nabi berjanji akan terus memohonkan ampun untuk pamannya, Abu Thalib, yang meninggal dalam keadaan tetap memilih agama nenek moyangnya. Riwayat lain menyebutkan ini turun saat Nabi menangis di makam ibunya, Aminah.
Kontradiksi
Kontra 17:23-24 dan 29:8. Ayat ini menjadikan pemutusan doa bagi orang tua yang musyrik sebagai teladan, sedangkan 17:23-24 memerintahkan berbuat baik kepada kedua orang tua tanpa syarat keyakinan mereka.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

