Qurai

At-Taubah (Pengampunan) Ayat 113

Bacaan

TopikMasjid Dhirar dan Jual Beli dengan Allah (Ayat 107-118)

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

(9:113) Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, sekalipun orang-orang itu kaum kerabat-(nya), setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu penghuni neraka Jahanam.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun memberikan larangan keras kepada Nabi Muhammad SAW dan kaum mukminin untuk memohonkan ampunan bagi orang-orang musyrik yang telah meninggal. Ayat ini turun setelah Nabi berjanji akan terus memohonkan ampun untuk pamannya, Abu Thalib, yang meninggal dalam keadaan tetap memilih agama nenek moyangnya. Riwayat lain menyebutkan ini turun saat Nabi menangis di makam ibunya, Aminah. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun untuk menegur Nabi yang masih saja mendoakan dan beristigfar untuk pamannya, Abù Íàlib, yang wafat dalam keadaan tidak beriman. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Cacat Logika

Larangan yang bersandar pada keterangan sepihak. Memohon ampun bagi kerabat yang musyrik dilarang sesudah jelas mereka penghuni neraka. Keterangan bahwa mereka penghuni neraka datang dari sumber yang sama yang mengeluarkan larangannya.

Moral

Ayat 113-114: Memohon ampun bagi kerabat yang musyrik dilarang, termasuk bagi orang tua sendiri, dan Ibrahim disebut berhenti mendoakan ayahnya sesudah jelas kedudukannya. Yang diputus di situ perbuatan yang tidak merugikan siapa pun, dan yang menanggungnya hubungan orang dengan keluarganya sendiri.

Kontradiksi

Kontra 9:114 dan 19:47. Ayat ini melarang memohon ampun bagi kerabat yang musyrik, sedangkan ayat berikutnya menyebut Ibrahim pernah melakukannya dan 19:47 mengutipnya berjanji akan memohonkan ampun bagi ayahnya.

Catatan Saya

Belum ada catatan untuk ayat ini.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria