Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun pada peristiwa Perjanjian 'Aqabah ketika 70 orang dari kaum Anshar berbaiat (bersumpah setia) kepada Nabi Muhammad SAW. Mereka bertanya apa balasan yang akan mereka dapatkan jika mereka mempertaruhkan harta dan nyawa untuk melindungi Nabi, dan Nabi menjawab "Surga", sehingga mereka menyebutnya sebagai transaksi yang sangat menguntungkan.
TopikMasjid Dhirar dan Jual Beli dengan Allah (Ayat 107-118)
إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur`an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung.
Moral Concern
(9:111): Melanggengkan transaksi maut dengan menyatakan Tuhan "membeli" nyawa dan harta umat beriman dengan surga, dengan syarat yang secara eksplisit mengharuskan mereka untuk membunuh dan terbunuh. Ini adalah glorifikasi radikal atas kekerasan, perang suci, dan kemartiran.

