Qurai

At-Taubah (Pengampunan) Ayat 111

Bacaan

TopikMasjid Dhirar dan Jual Beli dengan Allah (Ayat 107-118)

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

(9:111) Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur`an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun pada peristiwa Perjanjian 'Aqabah ketika 70 orang dari kaum Anshar berbaiat (bersumpah setia) kepada Nabi Muhammad SAW. Mereka bertanya apa balasan yang akan mereka dapatkan jika mereka mempertaruhkan harta dan nyawa untuk melindungi Nabi, dan Nabi menjawab "Surga", sehingga mereka menyebutnya sebagai transaksi yang sangat menguntungkan.

Kritik

Jual beli nyawa dengan surga disebut janji yang tertulis di Taurat dan Injil. Ulangan 20 memuat aturan perang Bani Israil tanpa satu pun janji surga bagi yang terbunuh, dan Injil tidak memuat perintah perang sama sekali. Rujukan ke dua kitab itu tidak bisa ditunjuk ayatnya, dan pembaca kedua kitab itu sejak awal menolak dirujuk begitu.

Cacat Logika

Nyawa dipasang sebagai barang tukaran. Allah disebut membeli jiwa dan harta orang beriman dengan surga, dengan syarat mereka membunuh dan terbunuh. Yang dijadikan alasan berperang bukan benar tidaknya perkaranya, tapi harga yang dijanjikan atas nyawanya.

Moral

Allah disebut membeli jiwa dan harta orang beriman dengan surga, dan syaratnya jelas: mereka membunuh dan terbunuh. Kalimat itu paling sering dikutip dalam bacaan kelompok militan sekarang, dan yang dijual di dalamnya nyawa orang yang membacanya.

Catatan Saya

Belum ada catatan untuk ayat ini.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria