Bacaan
TopikMasjid Dhirar dan Jual Beli dengan Allah (Ayat 107-118)
وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ ۚ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنَىٰ ۖ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
(9:107) Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran dan untuk memecah belah di antara orang-orang yang beriman, serta untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu.378 Mereka dengan pasti bersumpah, "Kami hanya menghendaki kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya).
Catatan Depag
*378) Yang dimaksud dengan "orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu" ialah seorang pendeta Nasrani bernama Abu 'Amir yang mereka tunggu-tunggu kedatangannya dari Syria untuk melaksanakan salat di masjid yang mereka dirikan, serta membawa tentara Romawi yang akan memerangi kaum muslimin. Tetapi Abu 'Amir tidak jadi datang, karena ia mati di Syria. Dan masjid yang didirikan kaum munafik itu diruntuhkan atas perintah Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berkenaan dengan wahyu yang diterimanya setelah kembali dari perang Tabuk.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun membongkar kelicikan 12 orang munafik yang sengaja membangun sebuah masjid (Masjid Dhirar) berdekatan dengan Masjid Quba'. Tujuannya adalah untuk memecah belah umat Islam dan menjadikannya markas bagi tokoh munafik Abu 'Amir al-Rahib yang sedang meminta bantuan pasukan Romawi. Nabi akhirnya memerintahkan agar masjid itu dibakar dan diratakan.
Cacat Logika
Bangunan dinilai dari pendirinya (ad hominem). Sebuah masjid ditolak bukan karena apa yang dilakukan di dalamnya, tapi karena siapa yang mendirikannya dan niat yang dituduhkan kepada mereka. Niat itu tidak bisa diperiksa, sedangkan akibatnya bangunannya dihancurkan.
Moral
Ayat 107-108: Sebuah masjid yang dibangun kelompok lain disebut didirikan untuk menimbulkan bencana dan memecah belah, lalu Muhammad dilarang salat di sana. Menurut riwayat, bangunan itu kemudian dibakar. Tempat ibadah dinilai dari siapa yang mendirikannya, dan pola itu terus dipakai sampai sekarang untuk menutup rumah ibadah kelompok yang dianggap sesat.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

