Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun mengabarkan keberadaan orang-orang munafik di sekitar Madinah (dari suku Juhaynah, Muzaynah, Ashja', Aslam, dan Ghifar), serta para tokoh munafik dari penduduk asli Madinah sendiri yang sangat keras kepala dalam kemunafikannya (seperti Abdullah bin Ubayy, Jadd bin Qays, dan Abu 'Amir al-Rahib).
TopikOrang-orang Muhajirin, Anshar, dan Lainnya (Ayat 100-106)
وَمِمَّنْ حَوْلَكُمْ مِنَ الْأَعْرَابِ مُنَافِقُونَ ۖ وَمِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ ۖ مَرَدُوا عَلَى النِّفَاقِ لَا تَعْلَمُهُمْ ۖ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ ۚ سَنُعَذِّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَىٰ عَذَابٍ عَظِيمٍ
Dan di antara orang-orang Arab Badui yang (tinggal) di sekitarmu, ada orang-orang munafik. Dan di antara penduduk Madinah (ada juga orang-orang munafik), mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Engkau (Muhammad) tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahuinya. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali, kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.
Moral Concern
(9:101): Menjanjikan penyiksaan ganda bagi orang-orang munafik di dunia sebelum akhirnya dikembalikan pada azab yang jauh lebih besar di akhirat. Konsep ancaman penyiksaan yang berlapis-lapis ini menonjolkan kezaliman dan unjuk ketakutan sebagai instrumen kontrol.

