Bacaan
TopikOrang-orang yang Tidak Ikut Berperang (Ayat 81-96)
وَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَأَوْلَادُهُمْ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ
Dan janganlah engkau (Muhammad) kagum terhadap harta dan anak-anak mereka. Sesungguhnya dengan itu Allah hendak menyiksa mereka di dunia dan agar nyawa mereka melayang, sedang mereka dalam keadaan kafir.
Kritik
(9:85) Dalam manuskrip Sana'a, keseluruhan ayat 85 dari Surat At-Tawbah ini hilang atau tidak ada. Para peneliti menjelaskan fenomena ini sebagai parablepsis, yakni bentuk kesalahan juru tulis di mana mata sang penyalin tanpa sengaja melompati teks yang memiliki frasa atau akhiran serupa dengan teks sebelumnya. (Tidak dicantumkan) (9:85) Ayat ini hilang seluruhnya dalam lapisan bawah Manuskrip Sanaa akibat kecerobohan penyalin kuno (parablepsis/mata yang melompat ke kata serupa), membantah mitos pemeliharaan teks yang sempurna., (Tidak dicantumkan)
Logical Fallacy
Disguised Punishment as Prosperity – 'Janganlah kagum terhadap harta dan anak-anak mereka, karena dengan itu Allah menghendaki menyiksa mereka di dunia' adalah pernyataan yang menggambarkan kemakmuran sebagai hukuman terselubung. Ini menciptakan paradoks: keberhasilan duniawi kafir adalah bentuk azab — klaim yang tidak dapat diverifikasi.

