Qurai

At-Taubah (Pengampunan) Ayat 84

Bacaan

TopikOrang-orang yang Tidak Ikut Berperang (Ayat 81-96)

وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰ أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ

(9:84) Dan janganlah engkau (Muhammad) melaksanakan salat untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik), selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri (mendoakan) di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun melarang Nabi Muhammad SAW untuk memohonkan ampun dan menyalatkan jenazah orang-orang munafik. Hal ini terjadi setelah Nabi menshalati jenazah tokoh munafik Abdullah bin Ubayy karena permintaan anaknya, meskipun Umar bin Khattab sudah sangat keras memprotes dan menarik baju Nabi untuk mencegahnya. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ketika pembesar munafik bernama ‘Abdullàh bin Ubay meninggal, putranya meminta Nabi menyalati jenazah ayahnya. Nabi pun menuruti permintaan itu. Tidak lama berselang, turunlah ayat di atas sebagai teguran atas tindakan Nabi tersebut. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Kritik

Bukhari mencatat Muhammad menyalatkan jenazah Abdullah bin Ubay dan memberikan gamisnya sebagai kafan, sedangkan Umar keberatan dengan menunjuk larangan memohonkan ampun bagi orang munafik. Muhammad menjawab bahwa ayat 80 cuma menyebut tujuh puluh kali dan ia akan memohon lebih dari itu, lalu ayat ini turun melarangnya. Riwayat itu memperlihatkan angka tujuh puluh dibaca harfiah oleh penerima wahyunya sendiri.

Cacat Logika

Larangan yang menutup perbuatan yang tidak merugikan siapa pun. Muhammad dilarang menyalatkan dan berdiri di kubur orang yang mati dalam keadaan munafik. Yang dilarang perbuatan yang tidak berakibat apa pun pada orang lain, dan alasannya cuma kedudukan orang yang sudah mati.

Moral

Menyalatkan dan berdiri di kubur orang yang mati dalam keadaan munafik dilarang. Yang dicabut bukan hak orang yang sudah mati, tapi kebiasaan paling dasar yang dilakukan orang hidup untuk melepas kepergian tetangganya.

Catatan Saya

Belum ada catatan untuk ayat ini.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria