Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun saat tokoh munafik Abdullah bin Ubayy berucap kasar (seperti "Gemukkan anjingmu, nanti dia akan menggigitmu") dan kemudian bersumpah palsu menolak ucapannya. Ayat ini juga membongkar niat jahat sekelompok orang munafik yang mencoba membunuh Nabi dengan cara mendorong unta beliau ke dalam jurang di jalan yang menanjak pada malam hari. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Pada Perang Tabuk, Rasulullah mencela orang-orang munafik yang ber-malas-malasan untuk ikut serta dalam perang. Merasa sakit hati, mereka berbalik menuduh Nabi sebagai pendusta. Mengetahui hal tersebut, beliau meminta penjelasan dari mereka, namun ternyata mereka mengingkari. Kejadian inilah yang melatarbelakangi turunnya ayat di atas. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikKarakter Orang-orang Munafik dan Beriman (Ayat 71-80)
يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ مَا قَالُوا وَلَقَدْ قَالُوا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوا بَعْدَ إِسْلَامِهِمْ وَهَمُّوا بِمَا لَمْ يَنَالُوا ۚ وَمَا نَقَمُوا إِلَّا أَنْ أَغْنَاهُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ مِنْ فَضْلِهِ ۚ فَإِنْ يَتُوبُوا يَكُ خَيْرًا لَهُمْ ۖ وَإِنْ يَتَوَلَّوْا يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ عَذَابًا أَلِيمًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَمَا لَهُمْ فِي الْأَرْضِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ
Mereka (orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakiti Muhammad). Sungguh, mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir setelah Islam, dan menginginkan apa yang mereka tidak bisa mencapainya;374) dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), sekiranya Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertobat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat; dan mereka tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di bumi.
Catatan Depag
*374) Mereka ingin membunuh Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.
Logical Fallacy
Bifurkasi Palsu - Ayat 74 menunjukkan bahwa hanya ada dua pilihan bagi orang munafik: bertobat atau menerima azab yang pedih, tanpa mengakui kemungkinan nilai atau posisi menengah.

