Bacaan
TopikPembagian Zakat dan Kritik terhadap Nabi (Ayat 60-70)
أَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَأُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَقَوْمِ إِبْرَاهِيمَ وَأَصْحَابِ مَدْيَنَ وَالْمُؤْتَفِكَاتِ ۚ أَتَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ ۖ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
Apakah tidak sampai kepada mereka berita (tentang) orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Ād, Samud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka Rasul-rasul dengan membawa bukti-bukti yang nyata; Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.
Logical Fallacy
Appeal to Tradition - Ayat 70 menggunakan contoh historis tentang kaum-kaum terdahulu yang dihukum sebagai bukti, tanpa memberikan alasan logis mengapa kisah-kisah tersebut relevan dengan situasi saat ini.
Contradiction
QS 9:70 menyebut kaum Ad, Tsamud, Ibrahim, Madyan, dan Mu'tafikat sebagai contoh umat yang dihancurkan. Namun kisah kehancuran mereka dalam Al-Quran sering berbeda secara kronologis dan kausal dengan catatan arkeologi — tidak ada bukti kehancuran massal akibat hukuman ilahi.

