Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat-ayat ini turun membongkar kebohongan orang-orang munafik (khususnya Abdullah bin Ubayy dan pengikutnya) yang sengaja mencari-cari alasan untuk tidak ikut Perang Tabuk. Mereka sengaja mundur perlahan dari barisan pasukan dan Allah menyatakan bahwa kehadiran mereka justru hanya akan membuat kekacauan.
TopikSeruan untuk Berjihad dan Sindiran pada Orang-orang Munafik (Ayat 38-48)
لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لَاتَّبَعُوكَ وَلَٰكِنْ بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ ۚ وَسَيَحْلِفُونَ بِاللَّهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنْفُسَهُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
Sekiranya (yang kamu serukan kepada mereka) ada keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, niscaya mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu terasa sangat jauh bagi mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah, "Jikalau kami sanggup niscaya kami berangkat bersamamu." Mereka membinasakan diri sendiri373) dan Allah mengetahui bahwa mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.
Catatan Depag
*373) Mereka akan binasa disebabkan sumpah palsu mereka.
Logical Fallacy
Ad Hominem – Motivasi munafik yang 'memilih kemudahan' dalam tidak berperang dikategorikan sebagai kelemahan iman, bukan pertimbangan rasional. Preferensi terhadap keselamatan jiwa atas keterlibatan militer adalah pilihan yang sah, bukan tanda kemunafikan.

