Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun saat beberapa sahabat (termasuk Ali bin Abi Thalib dan Abbas) saling membanggakan amalan mereka di dekat mimbar Nabi pada hari Jumat. Ada yang membanggakan tugas memberi minum jemaah haji, ada yang membanggakan pemeliharaan Ka'bah, sementara Ali menegaskan bahwa berjihad di jalan Allah jauh lebih utama. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun berkenaan dengan sebagian umat Islam yang menganggap melayani jamaah haji dan memakmurkan Masjidilharam sebagai amal yang paling utama sehingga tidak perlu lagi ditambah dengan amal yang lain. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikDasar Pemisahan antara Kaum Beriman dan Musyrikin (Ayat 16-24)
أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ لَا يَسْتَوُونَ عِنْدَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.
Logical Fallacy
Non Sequitur - Ayat 19-20 menyimpulkan bahwa orang yang hanya memberi minuman kepada orang haji tidak sebanding dengan orang yang beriman dan berjihad, tanpa menunjukkan hubungan logis antara premis dan kesimpulan.

